• Bijak dalam bersosial media

    Mari perdalam agama islam secara kaffah/menyeluruh, hati-hati dalam copas dan share sosmed, ikuti pendapat ulama yang ikhlas dan benar.

  • Islam adalah agama yang Sempurna

    Kebenaran Islam tidak terbantahkan oleh kebenaran apapun,buktikan. Pelajari secara mendalam kepada ustad/ustazah yang benar dan ikhlas

  • Sosial Media bagaikan pisau bermata dua

    Mari gunakan sebaik-baiknya, cerdas dan arif dalam penggunaannya serta tidak menyalahi aturan islam

Tuesday, January 23, 2018

Islam Kaffah, Mulai Akar sampai Buah


Oleh: Samik bin Makki (Dosen UNESA dan Pembina Majelis Islam Kaffah)

๐ŸŒด๐Ÿˆ

_Materi Kajian rutin online dan offline Majelis Islam Kaffah._

*Terinspirasi dari ayat al-Quran berikut:*


ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุงุฏْุฎُู„ُูˆุง ูِูŠ ุงู„ุณِّู„ْู…ِ ูƒَุงูَّุฉً ูˆَู„َุง ุชَุชَّุจِุนُูˆุง ุฎُุทُูˆَุงุชِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุฅِู†َّู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆٌّ ู…ُุจِูŠู†ٌ



_Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian (TQS al-Baqarah [2]: 208)._

*Dan dengan mengharap ridho Allah, kami membuat Majelis Islam Kaffah baik secara online (via wa group) maupun offline dengan datang langsung setiap ahad di kutisari utara III/25C Surabaya.*

๐Ÿ“š Materi yang kami susun, kami buat seruntun mungkin dengan harapan mudah dipahami.

๐ŸŒด Untuk memudahkan pemahaman mengenai islam kaffah, islam kaffah kami gambarkan bagaikan pohon yang baik dan kuat serta menghasilkan buah, sebagaimana perumpamaan dalam QS Ibrahim [14]: 24-25.

ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ูƒَูŠْูَ ุถَุฑَุจَ ุงู„ู„ّู‡ُ ู…َุซَู„ุงً ูƒَู„ِู…َุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ูƒَุดَุฌَุฑุฉٍ ุทَูŠِّุจَุฉٍ ุฃَุตْู„ُู‡َุง ุซَุงุจِุชٌ ูˆَูَุฑْุนُู‡َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุก ﴿ูขูค﴾ ุชُุคْุชِูŠ ุฃُูƒُู„َู‡َุง ูƒُู„َّ ุญِูŠู†ٍ ุจِุฅِุฐْู†ِ ุฑَุจِّู‡َุง ูˆَูŠَุถْุฑِุจُ ุงู„ู„ّู‡ُ ุงู„ุฃَู…ْุซَุงู„َ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุชَุฐَูƒَّุฑُูˆู†َ ﴿ูขูฅ﴾

_Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (QS Ibrahim [14]: 24-25)._

๐ŸŽฏ *Secara garis besar, kajian di dalam majelis ini dimulai* dengan memberi semangat untuk menanam “pohon/islam”, lalu diberi pengetahuan “pupuk-pupuk/ilmu” apa sajakah yang wajib diberikan supaya pohon tumbuh subur.

๐Ÿ—ฃ Semangat dan pupuk saja tidak cukup untuk menghasilkan pohon yang subur dan berbuah, tentu harus tahu “cara menanamnya/adabnya” dengan baik.

Supaya pohon tambah kuat, maka “akar/aqidah” harus diperkuat dulu supaya tidak mudah goyang. Akar berfungsi sebagai alat penyerap sari makanan yang diperlukan pohon. Jangan sampai akar menyerap zat racun yang berbahaya bagi pohon.

Bersamaan dengan tumbuhnya akar, akan diikuti tumbuhnya “cabang/syariat”. Ada 3 cabang utama aturan islam yang mengatur hubungan manusia dg Allah (aqidah, ibadah sholat, puasa, dzikir, dll), mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri (akhlaq, pakaian, makan, minum dll), mengatur hubungan manusia dengan manusia lain (Sistem2 islami yg mengatur pergaulan, pendidikan, ekonomi, hukum, politik dll).

Di setiap cabang pohon terdapat “daun/dakwah” yang melakukan fotosintesis, merubah sesuatu menjadi lebih berguna bagi tanaman dan lingkungan.

Pohon yang subur dan sehat akan menghasilkan “buah/manfaat” pada setiap cabangnya.

Manfaat yang terbaik yang ingin kita raih adalah mendapatkan ridho Allah, sehingga kita sukses mulia dan berkah dunia akherat.

*Materi majelis islam kaffah dapat dilihat pada Link tiap materi pada link berikut:*

http://majlisislamkaffah.blogspot.co.id/p/materi-kajian.html

Materi 1. Keutamaan menuntut ilmu, majlis ilmu, dan orang yang berilmu

Materi 2  Kewajiban Menuntut Ilmu dan Ilmu-Ilmu yang Wajib Kita Ketahui

Materi 3  Adab pelajar dan pengajar dalam menggapai ilmu yang bermanfaat

Bersambung …

Monggo dishare,  semoga bermanfaat

*Admin: Majelis Islam Kaffah: Samik dan Sofi*

๐ŸŒ *Mari kita share tulisan tersebut supaya kita dan org lain dapat manfaatnya.*
Barakallahu lanaa.
Smg kt sukses mulia dunia akherat.
ุขู…ِู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู†ْ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَู€ู€ู€ุงู„َู…ِูŠْู†ْ

*Monggo, Bagi yg ingin gabung di group wa majelis islam kaffah*
https://chat.whatsapp.com/DSJoBmQjmoFB22eMXpXOcw
*Sebelum gabung, baca Aturan group di:*

https://majlisislamkaffah.blogspot.co.id/2017/12/syarat-dan-aturan-group-majlis-islam.html?m=1

Menta’ati Allah Lebih Penting daripada Melawan Opini Negatif

Oleh: ust. M Taufik NT

Salah satu hal yang membahayakan ketaqwaan seseorang adalah jika dia lebih perhatian terhadap bagaimana pandangan manusia terhadap dirinya daripada pandangan Allah atas dirinya: begitu ingin tampil perfect, sempurna, dihadapan manusia, namun jarang merenungi posisi dirinya dihadapan Allah swt.

Padahal bagaimanapun kita berupaya mencitrakan diri sebaik mungkin dihadapan manusia, tetap saja ada manusia yang senang, ada yang tidak peduli, termasuk ada yang benci, apalagi jika pencitraan diri tersebut dilakukan dengan kebohongan dan propaganda negatif, maka itu justru akan menjadikan urusannya tidak akan ditolong Allah swt.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a, bahwa Rasulullah pernah menyatakan:

ู…َู†ْ ุงู„ْุชَู…َุณَ ุฑِุถَุง ุงู„ู„َّู‡ِ ุจِุณَุฎَุทِ ุงู„ู†َّุงุณِ ูƒَูَุงู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ُุคْู†َุฉَ ุงู„ู†َّุงุณِ، ูˆَู…َู†ْ ุงู„ْุชَู…َุณَ ุฑِุถَุง ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุณَุฎَุทِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูƒَู„َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ

“Barangsiapa yang mencari keridlaan Allah (sekalipun memperoleh) kebencian manusia, Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia dan barangsiapa yang mencari keridlaan manusia dengan mendatangkan kemurkaan dari Allah, maka Allah akan menjadikannya bergantung kepada manusia.” (HR. Tirmidzi & Al Hakim).

Rasulullah saw tidak peduli dengan berbagai propaganda busuk gara-gara aktivitas dakwah beliau. Beliau dicap sebagai tukang sihir, pemecah belah persatuan, bahkan orang gila, namun semua ucapan manusia tersebut tidak menyurutkan aktivitas beliau untuk mengajak manusia kepada Islam dan menjelaskan berbagai ajaran Islam.

Demi menjauhi ajakan perzinaan yang sulit dihindari, Nabiyullah Yusuf as bahkan tidak begitu peduli dengan opini negatif yang dihembuskan penguasa saat itu bahwa beliau telah bersalah dan layak dipenjara karena telah melakukan percobaan perzinaan, tuduhan yang sama sekali tidak benar. Beliau bahkan melihat penjara sebagai jalan paling selamat dari dosa perzinaan yang kapan saja siap menerkamnya, bukan hanya ancaman zina dari satu wanita, namun banyak wanita!.

ูˆَู‚ุงู„َ ุฑَุจِّ ุงู„ุณِّุฌْู†ُ ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َูŠَّ ู…ِู…َّุง ูŠَุฏْุนُูˆู†َู†ِูŠ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ۖ ูˆَุฅِู„ุง ุชَุตْุฑِูْ ุนَู†ِّูŠ ูƒَูŠْุฏَู‡ُู†َّ ุฃَุตْุจُ ุฅِู„َูŠْู‡ِู†َّ ูˆَุฃَูƒُู†ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَุงู‡ِู„ِูŠู†َ

"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS. Yusuf : 33).

Dan ketika sungguh-sungguh ingin terlepas dari dosa, ingin menjalani ketaatan, maka Allah pasti memberikan jalan, jalan yang mungkin tidak nyaman dimata manusia, jalan yang mereka anggap hina.

ูุงุณْุชَุฌَุงุจَ ู„َู‡ُ ุฑَุจُّู‡ُ ูَุตَุฑَูَ ุนَู†ْู‡ُ ูƒَูŠْุฏَู‡ُู†َّ ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ُ

“Maka Tuhannya memperkenankan do`a Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf: 34)

Lihatlah bagaimana Allah menjadikan penjara sebagai jalan untuk selamatnya Yusuf dari zina, bahkan menjadi jalan yang mengantarkan Yusuf pada kedudukan mulia.

Akankah ini tercapai andaisaja Yusuf melakukan perzinaan dengan Zulaikha dan mereka berdua menutupi perzinaan tersebut, lalu berdusta dan menebar citra dan pesona didepan publik?

***

Walaupun berbagai masalah kita hadapi dalam hidup ini, pada pokoknya kita hanya punya dua pilihan: melakukan ketaatan dalam sikap, prilaku dan perkataan kita, atau melakukan sebaliknya melakukan kemaksiyatan.

Ketika kita memilih jalan ketaatan, yakinlah bahwa akan ada selalu yang berada dipihak kita, sedikit maupun banyak.

Ketika kita memilih jalan kemaksiyatan, yakinlah pula bahwa akan ada selalu yang berada dipihak kita, sedikit maupun banyak. Namun yakinlah pula bahwa Allah tidak akan meridhainya, dan bagaimanapun kita bermanuver, memutar-mutar lidah, Dia tetap mengetahui apa yang kita simpan dalam hati kita, dan kelak kita akan menerima akibatnya.

Jika kita sekarang tidak sanggup bersabar dalam menjalankan ketaatan, menerima opini negatif yang mungkin diterima karena ketaatan kita, kir

a-kira sanggupkah kita nanti bersabar menghadapi siksa-Nya?. Allaahu A’lam. [MTaufikNT]

Kekeringan Spiritual

Oleh:  M Taufik NT

Saya sudah sibuk melakukan ketaatan, juga mengisi berbagai majlis ta’lim, mengapa saya merasa ‘kering’ spiritualitas saya?

***

Berulang pertanyaan senada dengan itu diajukan kepada kami, seolah-olah kami lebih baik dari mereka – moga Allah menjadikan sangkaan mereka benar, kalau tidak benar, moga Allah ubah diri kami hingga menjadi lebih baik dari yang mereka sangka. Kami memberanikan menulis ini dalam rangka menasihati diri kami sendiri, juga semoga memberi manfaat bagi yang lain.


Faktor utama yang menyebabkan mengapa ketaatan yang dilakukan terasa ‘hambar’, kering, dan tidak terasa nikmat adalah karena dosa yang dilakukan.

Mungkin benar bahwa dosa-dosa seperti zina, mabuk, makan yang haram, mencuri, korupsi, menipu, liwath (homoseks) tidak pernah dilakukan, namun kadang orang-orang shaleh sekalipun terjatuh pada dosa-dosa mulut, terlebih lagi dosa hati.

Diriwayatkan bahwa seorang ahli ibadah dari Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah, setelah itu dia berkata :

ูŠุง ุฑุจ ูƒู… ุฃุนุตูŠูƒ ูˆู„ุง ุชุนุงู‚ุจُู†ูŠ؟

“Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak menimpakan balasan atas diriku”.?

Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus pada zaman itu :

ู‚ู„ ู„ูู„ุงู† ูƒู… ุนุงู‚ุจุชُูƒ ูˆู„ู… ุชุดุนุฑ؟ ุฃู„ู… ุฃุณู„ُุจูƒ ุญู„ุงูˆุฉَ ุฐูƒุฑูŠ ูˆู„ุฐุฉَ ู…ู†ุงุฌุงุชูŠ؟

“Katakan kepada si fulan: “betapa banyak balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya?. Bukankah Aku telah mengambil darimu manisnya dzikir kepada-Ku dan nikmatnya bermunajat kepada-Ku”. (Faidhul Qรขdir, 2/141)[1]

Spiritualitas itu soal rasa, yakni rasa yang tersimpan dalam diri manusia terkait dengan Sang Pencipta, rasa yang muncul akibat kesadaran terhadap hubungannya dengan Allah (idrรขk shillah billรขh). Jika rasa ini mendominasi seorang muslim, maka ia akan senantiasa hidup dalam suasana iman, baik dia sedang sholat, berdzikir, berdakwah, menuntut ilmu, termasuk juga ketika dia bekerja, berjual beli, melakukan perjalanan, dll. Rasa seperti ini akan membuatnya tunduk kepada seluruh syariah Allah SWT dengan perasaan ridlo dan tenteram, baik syari’ah tersebut terlihat ‘menguntungkan’ dirinya atau terlihat ‘merugikannya’.

Hanya saja rasa seperti ini kadang dominan, kadang berkurang dan bahkan bisa hilang. Ini terjadi ketika ada rasa lain yang lebih mendominasi lubuk hati, yakni ketika kesadaran akan hubungan dengan Al Khaliq dikalahkan oleh ‘kesadaran’ akan hubungan dengan makhluq.

Sebagaimana kopi itu bisa manis atau pahit tergantung mana yang lebih dominan. Jika gula lebih dominan dari kopi, maka manislah yang terasa, sebaliknya jika kopi lebih dominan daripada gula, pahitlah rasanya, begitu pulalah keadaan ruhiyah (spiritualitas) seseorang, akan terasa kering jika ‘kesadaran’ akan hubungan dengan makhluq lebih dominan daripada kesadaran akan hubungannya dengan Al Khaliq, Allah ‘Azza wa Jalla.

Ketika kesadaran akan hubungan dengan Allah tidak dominan, atau bahkan hilang pada diri seseorang, maka banyaknya ibadah, aktivitas dakwah, dan berbagai aktivitas ketaatan lainnya bisa melahirkan perasaan ‘ujub (merasa besar dan berbangga diri), lalu meremehkan orang lain. Hilang kesadarannya bahwa ketaatan yang dia lakukan adalah semata-mata terjadi karena karunia Allah, lupa bahwa belum tentu yang dilakukannya diterima Allah, dan ini termasuk dosa hati.

Rasa lain yang juga bisa mendominasi, hingga bisa ‘mengeringkan’ spiritualitas seseorang adalah perasaan bahwa dia telah berjasa, baik terhadap dakwah, maupun terhadap orang lain, merasa bahwa tanpa dirinya maka Islam akan sulit berkembang, dengan ketaatan dan aktivitas dakwahnya dia merasa telah memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada orang lain, baik itu muridnya maupun guru (musyrif)nya.

Allah menegur perasaan seperti ini, dengan firman-Nya:

ูŠَู…ُู†ُّูˆู†َ ุนَู„َูŠْูƒَ ุฃَู†ْ ุฃَุณْู„َู…ُูˆุง ู‚ُู„ْ ู„َุง ุชَู…ُู†ُّูˆุง ุนَู„َูŠَّ ุฅِุณْู„َุงู…َูƒُู…ْ ุจَู„ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَู…ُู†ُّ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ู‡َุฏَุงูƒُู…ْ ู„ِู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตَุงุฏِู‚ِูŠู†َ

“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar” (QS. Al Hujurรขt: 17)

Ayat ini terkait dengan Arab Badui yang masuk Islam, lalu membantu perjuangan Rasulullah. Tidak diragukan lagi bahwa keislaman dan bantuan mereka tentu sangat menggembirakan Rasulullah dan orang-orang yang beriman, sebagaimana kita juga tentu gembira jika ada orang yang tercerahkan, ini adalah fakta. Hanya saja Allah tetap menegur mereka, bukan karena keislaman dan bantuan mereka, namun karena perasaan mereka yang tidak tepat, seharusnya harus merasa bahwa merekalah yang telah mendapat karunia dan nikmat Allah dengan tertunjukinya mereka kedalam Islam, bukan sebaliknya.

Oleh sebab itu, ketika kita merasakan ‘kekeringan’ spiritual, padahal sudah banyak aktivitas ketaatan (fisik) yang kita lakukan, maka yang seharusnya dilakukan bukanlah dengan mengurangi ketaatan tersebut, namun yang dilakukan adalah lebih banyak merenungi diri, mencermati diri kita sendiri, sudahkah semua yang kita lakukan itu didominasi oleh kesadaran kita akan hubungan kita dengan Allah, ataukah ada unsur lain yang mendominasi aktivitas kita, seperti ingin dikenal, mengejar popularitas, melakukan sesuatu hanya karena terpaksa karena tidak enak dengan teman, atau merasa bahwa tanpa kita dakwah tidak akan berkembang.

Jika kita merenungi diri, insya Allah perasaan-perasaan tersebut akan sirna, tergantikan oleh rasa syukur kepada Allah, rasa penuh harap akan ampunan-Nya karena hati kita kadang lalai saat menghadap-Nya, sekaligus rasa takut kepada-Nya karena ketidaktahuan kita apakah Dia ridha atau tidak.

Inilah yang terungkap dari para ‘ulama yang shalih ketika mereka merenungi diri mereka. Imam al Hasan al Bashri (w. 110 H) misalnya, beliau ‘mencela’ dirinya sendiri ketika merenung, dengan mengatakan:

ุชุชูƒู„ู…ูŠู† ุจูƒู„ุงู… ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ุงู„ู‚ุงู†ุชูŠู† ุงู„ุนุงุจุฏูŠู†، ูˆุชูุนู„ูŠู† ูุนู„ ุงู„ูุงุณู‚ูŠู† ุงู„ู…ู†ุงูู‚ูŠู† ุงู„ู…ุฑุงุฆูŠู†، ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ู‡ุฐู‡ ุตูุงุช ุงู„ู…ุฎู„ุตูŠู†

“engkau berbicara dengan perkataan orang-orang shalih, ta’at dan ahli ibadah, sementara prilakumu adalah prilaku orang fasiq, munafiq, dan suka pamer, demi Allah, ini bukanlah sifat orang-orang yang ikhlas” (Ghoutsun Naf’i fi Qirรด’รขtis Sab’i, hal 655. Maktabah Syamilah).

Imam an Nawawi (w. 676 H), ketika mengetahui akan didatangi penguasa bada hari beliau mengkaji ilmu, maka beliau membatalkan kajiannya pada hari itu karena khawatir penguasa melihat beliau sedang dalam pertemuan kajian (karena akan sulit menata hati ketika majelisnya disaksikan oleh pembesar negara).

Al Anthoky mengatakan:

ู…ู† ุทู„ุจ ุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุฃุนู…ุงู„ู‡ ุงู„ุธุงู‡ุฑุฉ ูˆู‡ูˆ ูŠู„ุงุญุธ ุงู„ุฎู„ู‚ ุจู‚ู„ุจู‡ ูู‚ุฏ ุฑุงู… ุงู„ู…ุญุงู„

“barang siapa menginginkan keikhlasan dalam amal-amalnya yang nampak, sementara hatinya memandang kepada makhluq, maka sungguh dia menghendaki hal yang mustahil” (Ghoutsun Naf’i fi Qirรด’รขtis Sab’i, hal 656)

Memang berat melakukan ‘olah rasa’, namun tidak ada cara lain selain berupaya, senantiasa menengok hati kita sendiri, adakah di sana sifat-sifat tercela itu?, jika ada, berusahalah kita menghilangkannya, atau mintalah Allah ‘menggantinya’ dengan hati yang baru, jika tidak ada, periksalah ulang, jangan-jangan kita saja yang tidak merasa. Allรขhu A’lam.

Thursday, January 18, 2018

Ujaran Kebencian

Oleh: Felix Siauw

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya yang dimaksud mereka yang dimurkai adalah kaum Yahudi, dan yang dimaksud mereka yang tersesat adalah kaum Nasrani" - HR Ahmad

Apakah ada petugas berwenang di Indonesia yang berani memperkarakan hadits diatas sebagai ujaran kebencian bagi kelompok tertentu yang akibatkan keonaran?

Dalam Al-Qur'an dan Hadits, banyak sekali tuntunan-tuntunan dalam kehidupan, salah satunya adalah bagaimana menyikapi sekelompok manusia yang punya karakter tertentu

Tapi saat ini mengingatkan manusia, menyampaikan analisis, memberi keterangan, atau mengutip hadits dan pendapat ulama tentang masa depan, bisa masuk pasal ujaran kebencian

Anehnya, negeri ini mayoritas Muslim, juga  penguasanya, akan tetapi tak ada pembelaan sama sekali pada Islam, yang ada justru agama dan penganutnya dikriminalisasi

Mengingatkan bahaya komunisme, dikatakan menggoreng isu. Protes atas penistaan agama, tuduhannya intoleransi. Ingin menerap syariat, difitnah anti-Pancasila dan anti-NKRI

Sementara dulu ada penista agama, jelas-jelas kata-katanya kotor, jahat, kasar, dan provokatif. Dipuja-puja, jadi anakemas, dibela-bela, sulit sekali diproses hukumnya

Giliran para ulama, tak ada laporan, kalaupun ada segelintir oknum, langsung jadi tersangka. Diperlakukan lebih hina dari preman yang tertangkap membacok orang

Lucunya, ada petinggi partai yang menyatakan bahwa meyakini akhirat setelah dunia fana adalah bentuk ideologi tertutup, ini tidak dikatakan ujian kebencian terhadap agama

Tampaknya, pihak berwenang benar-benar mengikuti isi pidato ini, yang menempatkan "pemimpin ideologi tertutup" adalah musuh bagi Pancasila, keberagaman, kebhinekaan

Ada lagi pejabat partai yang memfitnah, menuduh kelompok lain, memprovokasi dengan kata-kata "bunuh mereka sebelum kita dibunuh", ini pun bukan termasuk ujaran kebencian

Perhatikan, mereka ingin Muslim takut dengan agamanya sendiri, hingga tak ada lagi ulama yang berani berkata yang benar yang tak disukai penguasa

Berkata benar itu beresiko, tapi tidak mengatakan yang benar itu resiko sesungguhnya. Sebab kita bukan hanya menyerahkan diri, tapi juga aqidah kita. Sebab Islam itu Al-Haq

Kewajiban Pemimpin dalam Islam

Oleh: ust. M Taufik NT

Walaupun pemilu Presiden 2019 masih jauh, namun hiruk-pikuk ‘perebutan’ pengaruh untuk berkuasa sudah terasa, padahal kekuasaan bukanlah sesuatu yang layak untuk diperebutkan. Rasulullah shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุณَุชَุญْุฑِุตُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฅِู…َุงุฑَุฉِ، ูˆَุณَุชَูƒُูˆู†ُ ู†َุฏَุงู…َุฉً ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ، ูَู†ِุนْู…َ ุงู„ู…ُุฑْุถِุนَุฉُ ูˆَุจِุฆْุณَุชِ ุงู„ูَุงุทِู…َุฉُ

“kalian akan rakus terhadap kekuasaan, padahal kekuasaan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat (bagi yang tidak menjalankan kewajibannya), ia adalah senikmat-nikmat penyusuan dan segetir-getir penyapihan.”[1] (HR. al Bukhari dari Abu Hurairah)

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari r.a pernah menawarkan diri untuk diangkat menjadi penguasa daerah. Sambil menepuk pundak sahabatnya ini, Rasulullah menjawab:

ูŠَุง ุฃَุจَุง ุฐَุฑٍّ، ุฅِู†َّูƒَ ุถَุนِูŠูٌ ูˆَุฅِู†َّู‡َุง ุฃَู…َุงู†َุฉٌ، ูˆَุฅِู†َّู‡َุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฎِุฒْู‰ٌ ูˆَู†َุฏَุงู…َุฉٌ، ุฅِู„ุงَّ ู…َู†ْ ุฃَุฎَุฐَู‡َุง ุจِุญَู‚ِّู‡َุง ูˆَุฃَุฏَّู‰ ุงู„َّุฐِู‰ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠู‡َุง

“Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau itu lemah, dan sesungguhnya jabatan (kekuasaan) itu amanah, dan pada hari kiamat jabatan itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambil amanah itu dengan benar dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya”. (HR. Muslim).

Kekuasaan akan menghinakan seseorang jika dia mendapatkannya dengan cara yang tidak benar: menebar fitnah kepada lawan kepentingan, menyogok rakyat untuk memilihnya, menebar hoax untuk membangun citra dirinya, menebar janji-janji yang dia tahu tidak akan mampu merealisasikannya, membangun koalisi tanpa landasan Islam, ataupun melakukan keharaman lainnya dalam rangka meraih kekuasaan tersebut.

Di sisi lain, walaupun seseorang memperoleh kekuasaan dengan cara yang benar, kekuasaan tersebut tetap akan menjadi kehinaan dan penyesalan jika dia tidak melaksanakan apa yang menjadi tugas, tanggungjawab dan kewajibannya sebagai pemegang kekuasaan.

Imam al Mawardi (w. 450 H), seorang ‘ulama besar dalam Madzhab as Syafi’i, dalam ‘al Ahkรขm as Sulthรดniyyah menjelaskan 10 tanggung jawab dan kewajiban seorang penguasa (kepala negara), ringkasnya adalah sebagai berikut:

Pertama: menjaga Islam agar senantiasa berada di atas pondasinya, dan di atas apa yang telah disepakati oleh generasi terdahulu dari umat ini.

Kedua, menerapkan hukum di antara mereka yang berselisih, melerai permusuhan yg terjadi antara mereka yg bersengketa hingga tersebarlah keadilan.

Ketiga, melindungi kesucian serta menjaga kehormatan, agar rakyat dapat beraktifitas dalam kehidupan mereka, dan bepergian kemanapun secara aman dari tindakan penipuan terhadap jiwa atau hartanya.

Keempat, menerapkan hudud (hukum-hukum Allah) untuk menjaga larangan-larangan Allah dari penodaan, serta menjaga hak-hak hamba-Nya dari kerusakan dan eksploitasi.

Kelima, membentengi perbatasan dengan jumlah pasukan yang mampu memberikan perlindungan hingga musuh tidak menguasai secuilpun tanah perbatasan, menodai kesucian padanya, atau menumpahkan darah seorang muslim atau kafir mu’ahid di dalamnya.

Keenam, memerangi siapa saja yang menentang Islam setelah mereka menerima seruan dakwah, hingga mau berIslam atau mau masuk dalam dzimmah (sebagai kafir dzimmi), guna menegakkan hak Allah SWT dalam memenangkan Islam atas seluruh agama lainnya.

Ketujuh, memungut harta fai’ dan berbagai macam zakat berdasarkan apa yang telah diwajibkan oleh syara’ melalui nash atau berdasarkan ijtihad, tanpa rasa takut dan tanpa berlaku zalim.

Kedelapan, menetapkan anggaran pengeluaran dan apa-apa yang sudah menjadi hak dalam baitul mรขl, tanpa berlebihan dan tidak pula kikir, membayarkan pada waktunya tanpa memajukannya dan tidak pula mengakhirkan.

Kesembilan: mengangkat para pemegang amanah yang memiliki kafa’ah (kapabilitas) dan mengangkat para penasihat pada tugas-tugas yang besar, dan pada tanggung jawab yang berat menyangkut harta.

Kesepuluh, menangani sendiri secara langsung pemantauan dan pengurusan terhadap berbagai urusan, dan senantiasa mencari tahu kondisi yang terjadi; agar dia bangkit dalam mengurus urusan-urusan umat dan menjaga agama, tidak terlalu mengandalkan pembantunya dalam menunaikan tugas sementara dia menyibukkan diri dengan kenikmatan-kenikmatan jasadiyah atau ibadah, karena adakalanya orang yang dipercaya itu berlaku khianat dan penasihat itu berbuat culas.

Jika seseorang, walaupun dia mendapatkan kekuasaan dengan benar, namun dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak menerapkan hukum-hukum syari’ah Allah malah mengkriminalisasikannya, tidak menjaga Islam namun malah mengotorinya, maka pada hakikatnya dia telah menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam lubang kehinaan dan kehancuran. Bagaimana mungkin berharap dia membangun negara jika dirinya sendiri dibiarkan celaka?

Lihatlah demi menjalankan tugasnya untukmenjaga hukum Islam, Khalifah Abu Bakar as Shiddiq r.a mempertaruhkan negara, bahkan nyawanya. Negara boleh lenyap, nyawa boleh melayang, namun hukum syara’ tidak boleh ‘dimutilasi’ seenaknya. Pada saat yang sulit, karena menghadapi serangan orang-orang murtad, ada sebagian kabilah yang mau mengingkari kewajiban zakat, terhadap mereka dengan tegas Abu Bakar r.a berkata:

ู„ูˆ ู…ู†ุนูˆู†ูŠ ุนِู‚ุงู„ุง ู„ุฌุงู‡ุฏุชู‡ู… ุนู„ูŠู‡

“Kalau mereka menghalangiku dari (mengambil) zakat, sungguh kuperangi mereka”

Mendengar hal tersebut, Umar r.a berkata:

: ูŠุง ุฎู„ูŠูุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุชَุฃู„َّู ุงู„ู†ุงุณ ูˆุงุฑูُู‚ْ ุจู‡ู…

“wahai khalifahnya Rasulullah, bersikap lembutlah kepada manusia”

Dalam perhitungan militer, saat orang-orang murtad menyerang Madinah, kalau orang yang tidak mau membayar zakat dibiarkan saja, tentu ‘akan mengurangi musuh’, yang dihadapi tinggal musuh yang benar menyerang Madinah. Namun Abu Bakar r.a lebih mengutamakan tegaknya hukum syara’ daripada negara, bahkan nyawanya!, beliau berkata:

ุฃุฌุจّุงุฑ ููŠ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ูˆุฎูˆّุงุฑ ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ؟ ุฅู†ู‡ ู‚ุฏ ุงู†ู‚ุทุน ุงู„ูˆุญูŠُ ูˆุชู… ุงู„ุฏูŠู† ุฃูŠู†ู‚ุต ูˆุฃู†ุง ุญูŠ ؟

“apakah engkau keras semasa jahiliyah, dan lemah dalam Islam (wahai ‘Umar)? Sesungguhnya wahyu telah terputus, dan agama ini telah sempurna, apakah agama ini akan berkurang (padahal) aku masih hidup?” (Mirqรขtul Mafรขtรฎh, 9/3890).

Abu Bakar r.a benar-benar melaksanakan apa yang Allah perintahkan:

ูˆَุฃَู†ِ ุงุญْูƒُู…ْ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู„َุง ุชَุชَّุจِุนْ ุฃَู‡ْูˆَุงุกَู‡ُู…ْ ูˆَุงุญْุฐَุฑْู‡ُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชِู†ُูˆูƒَ ุนَู†ْ ุจَุนْุถِ ู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َูŠْูƒَ

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (QS. Al Maidah : 49)

Kehati-hatian beliau telah menjadikan beliau mempertaruhkan nyawanya sekalipun demi menjaga satu hukum Islam tetap tegak, hanya satu hukum. Jika banyak hukum diingkari, bagaimana kira-kira nasib seorang penguasa kelak di akhirat jika dia hanya berpangku tangan?, padahal ditangannyalah wewenang untuk menjaga dan melaksanakannya? Allahu A’lam. [M. Taufik NT]

Tuesday, January 16, 2018

ADAB GURU Terhadap DIRINYA SENDIRI


ditulis kembali oleh Prof. Suteki


Kajian Subuh Masjid Taufik Srondol Wetan Banyumanik Semarang. Kaijian Adab Menuntut Ilmu bersama Ust. Muhammad Ainul Yaqin. 17 Januari 2018.

Diingatkan oleh Ustadz Ainul bahwa penyakit hati yg berbahaya ada 4:
1. Panjang angan-angan
2. Tergesa-gesa
3. Sombong
4. Hasad
Pintu kesombongan ada 7 salah satunya krn ILMU. Ini yang disebut KESOMBONGAN INTELEKTUAL. Maka berilmu harus punya adab. Murid dan Ustadznya hrs beradab.
Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, tetang adab guru thd dirinya sendiri ada 20.
1. Istiqomah utk MUROQOBATULLOH---merasa diawasi oleh Alloh. Muraqabah merupakan salah satu dari sekian banyak tingkatan dan langkah dalam kesufian, selain khuf, raja’, tawadlu’, khusu’, zuhud’, dan sebagainya. Hanya orang yg ikhlas yg bisa istiqomah. Utk ikhlas hrs tauhid. Utk tauhid hrs ma'rifatullah. Who is Alloh? Lebih baik beramal sedikit tapi tiap hari dari pada banyak hanya sesekali saja. Orang yg istiqomah akan dibantu Alloh dg malaikat pemberi ilham. Jgn takut jangan khawatir. Musim dipersekusi seperti sekarang membuat miris hati utk takut dan khawatir. Tdk usah takut, dakwah mati tdk dakwah mati. Alloh berjanji pasti akan menolong. Maka tahapan hingga istiqomah hrs dilalui.
Kasus:
Kyai terlalu dekat dgn salah santri yg lbh muda. Senior jadi iri dan muncul hasad. Santri diuji. Santri dikasih ayam semua. Suruh menyembelih dgn tempat tersembunyi. Semua disembelih kecuali satu. Tdk boleh ada yg lihat. Satu santri tadi tdk mau nyembelih krn merasa ada yg mengawasi sehingga tdk mampu menyembelih. Meski tdk ada orang yg melihat tapi Alloh mengawasi. Siapa di antara kita yg tiap hari merasa diawasi oleh Alloh. Itu terjadi hanya waktu puasa Romadhon bukan? Ada yg berani makan atau minum ketika puasa meski sendirian? Tentu tidak.
Prinsip ini bisa dipegang supaya kita murroqoballoh:
"Tidak ada sesuatu yg ada ini kecuali Alloh yg mewujudkan. Dzat Alloh ghoib tetapi ciptaannya nyata. Itulah wujudulloh."
Saudaraku, sesungguhnya Alloh meletakkan CCTV- Nya pada seluruh ciptaannya utk mengawasi, menyaksikan. Alat perekam ada disemua tubuh kita dari kaki hingga ujung rambut. Tempat yg kita pijak kita sentuh akan bersaksi. Makanan yg kita makan jadi saksi. Semua jadi saksi atas perbuatan kita. Utk bisa ini hrs ada pendukung berupa pendidikan yg baik dan didukung oleh pemerintah yg baik.
2. Takut kepada Alloh dlm segala ucapan dan tindakannya.
ุฅِู†َّู…َุง ุฐَٰู„ِูƒُู…ُ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูŠُุฎَูˆِّูُ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَู‡ُ ูَู„َุง ุชَุฎَุงูُูˆู‡ُู…ْ ูˆَุฎَุงูُูˆู†ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ
(Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman (Ali Imron: 175).
Bergeraknya dan diamnya takut kpd Alloh. Akan mampu menjaga amanah. Orang yg sering berkhianat kpd Alloh cepat atau lambat akan berkhianat kpd manusia yg lain. Bukankah kita mengucap dlm sholat: Innasholati, wannusuki, wamahyaya, wamamati.. lillahirabbil'alamiin. Bila pilih pemimpin lihat saja takutnya kpd Alloh. Bgm sholatnya?
Kita dilarang mengkhianati Alloh dan rasul.
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„َุง ุชَุฎُูˆู†ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุชَุฎُูˆู†ُูˆุง ุฃَู…َุงู†َุงุชِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (Al Anfaal: 27).
Seorang Ustadz dpt amanah ilmu, maka tdk boleh menyembunyikan ilmu kebenaran. Rasul disuruh utk sempurnakan hingga mengucapkan Lailahaillalloh! Guru tidak boleh menyembunyikan kebenaran. KATAKAN KEBENARAN MESKI PAHIT.
Di Kitab Syarah Misykatul Mashobih dalam redaksi hadits lain yang sedikit berbeda, tertulis :
ู‚ู„ุช : ุฒุฏู†ูŠ . ู‚ุงู„ : " ู‚ู„ ุงู„ุญู‚ ูˆุฅู† ูƒุงู† ู…ุฑุง
Abudzar berkata : "Tambahkanlah wasiyatnya wahai rasululloh " Rasululloh bersabda : " katakanlah yang benar walaupun kebenaran itu pahit ". (HR. Ahmad, At T abrani, Ibnu Hibban dan Al Hakim ), Al Hakim berkata : "Sanadnya Shohih".
Saudaraku, gara-gara menolak perintah Jepang utk menghadap ke timur tiap pagi menyembah dewa matahari, Syeikh Hasyim Asy'ari beliau TERCYDUK oleh Jepang. Masyaalloh..!
Memilih pemimpin yg baik, yg tidak khianat kpd janji-janji politik di Indonesia sangat sulit. Krn media berupa DEMOKRASI itu sudah buruk. Sistemnya buruk, high cost, penuh intrik, penuh rekayasa dan hanya mengandalkan angka sbg tolok ukur kebenaran atau maslahah. Di sistem buruk, meski bibitnya baik tapi lahannya buruk, bibit itu akan rusak tdk tumbuh. Dlm demokrasi tdk ada HALAL HARAM adanya cuma manfaat yg hanya berdasarkan dalil aqli, pertimbangan untung rugi akal. Misal bgm demokrasi hadapi prostitusi? Lokalisasi dibenarkan oleh demokrasi tapi diharamkan oleh Islam.
Lalu mungkinkah ada DEMOKRASI YG BERKETUHANAN? Takut kepada Alloh karena kita tdk bersungguh-sungguh menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya meski kita mengakui bahwa perintah dan larangan dlm Al QURAN itu yang terbaik.
Saudaraku, beranikah Anda utk takut dan hanya merasa takut kepada Alloh? Tidak berkhianat kepada Alloh?
CARILAH PEMIMPIN YANG PALING DEKAT DAN TAKUT KEPADA ALLOH
Semoga bermanfaat.


๐Ÿ’–๐Ÿ˜„ Maaf, mungkin info berikut bermanfaat bagi anda yang ingin tampil lebih cantik dan sehat. ๐Ÿ˜„๐Ÿ’–




NANOGOLD/NG yaitu kosmetik dengan teknologi perawatan kulit tercanggih di dunia saat ini yang menggunakan teknologi EMAS berukuran NANO (10 pangkat min 9 m), sehingga memudahkan proses penyerapan bagi kulit, mencerahkan kulit, aman, menyehatkan kulit, dan halal (“Susuk Emas Modern”).

 *Macam-macam NG yang mengandung emas:*

1.  Ada 8 jenis krem: pagi, malam (biasa/pinang), jerawat, mata panda, antinoda,  Moisturizing/pelembab wajah, dan krem pelembab bibir & kelopak mata dengan berat 5 g (Rp 30rb) atau 12,5 g (75rb)

2.     Hand body lotion whitening 100 ml (35rb)

3.     Serum  konsentrat masker 10 ml (30rb)

4.     Hair tonic / serum rambut 20 ml (50rb)

Produk pelengkap NG di bawah ini tidak mengandung emas:

5.     Ada 8 jenis Sabun wajah padat: susu madu, mengkudu, sere, aloevera, pepaya, bengkoang, susu beras, dan sabun sulfur @11rb

6.     Bedak Tabur 30 g (50rb)               

7.     Shampo Merang 100 ml (22rb)

8.     Sabun wajah cair 60 ml  (47rb)    

9.     Obat Jerawat (10rn)
Cara membeli berbagai produk NG adalah sebagai berikut:

1.    Pilih produk yang ingin dibeli (lihat info di atas/klik Macam-macamproduk Nano gold) dan tentukan jumlahnya
2.    Lalu sms/wa ke: 085731160005
dengan Format  sms : NAMA_ALAMAT LENGKAP_ PESAN
Contoh: Fatim_Dapuan baru II/41 Surabaya 60163_Pesan
10 Krem pagi  5 g
10 Krem malam 12,5 g
10 Moisturizing/pelembab 5 g
10 Hand body lotion whitening
10 Serum  konsentrat masker
10 Hair tonic / serum rambut
3.    Lalu kami hitungkan: harga produk – diskon (jika beli > Rp 300.000) + Ongkos kirim, dan kami smskan ulang uang yang seharusnya ditransferkan ke no pembeli
4.    Pembeli mentransfer sejumlah uang sesuai dengan perhitungan kami, ke BRI Syariah. an:  Samik No: 1006397472 
5. Setelah pembeli mentransfer, konfirmasi dan kirim foto bukti pengiriman ke no wa 085731160005, selanjutnya barang yang anda beli segera kami kirim via jne//pos.
Info lengkap klik di NANOGOLD / http://nanogoldcosmetic.blogspot.co.id/ 
Semoga hidup kita sehat berkah dan sukses mulia dunia akherat. Aamiin
  

Ustad Zulkifli Muhammad Ali jadi tersangka



Agama yang murni memang hanya tegak dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar atau dakwah dan jihad. hanya itu. Dan jalan dakwah ini memang penuh terjal dan onak berduri, tidaklah yang memikulnya kecuali orang-orang yang bermental baja.

CIRI-CIRI mukmin sejati adalah mencintai para ulama dan tokoh-tokoh agama. ulama adalah pewaris para Nabi, tidaklah yang mereka inginkan kecuali kebaikan dan keadilan untuk ummat islam dan bangsa ini_

SEMAKIN TINGGI pohon menjulang, semakin besar badai menyambar. Semakin besar pengaruhnya maka semakin besar ujiannya. Tak heran jika Sang Macan Podium yang berjubah serba putih itu sempat ditembak meski gagal. Setelah Jonru Ginting, Ustad Alfian Tanjung, Prof.Tamim Pardede, dll.. sekarang Ustad Zulkifli Muhammad Ali.

SEMOGA ALLAH TA’ALA MENJAGA Ustad Zulkifli Muhammad Ali,Lc.MA , menjaga keluarganya, dan memberikan istiqomah dalam manapaki jalan ketaatan kepada-Nya.
Sumber: Fb Maaher At Thuwailibi

๐Ÿ’–๐Ÿ˜„ Maaf, mungkin info berikut bermanfaat bagi anda yang ingin tampil lebih cantik dan sehat. ๐Ÿ˜„๐Ÿ’–




NANOGOLD/NG yaitu kosmetik dengan teknologi perawatan kulit tercanggih di dunia saat ini yang menggunakan teknologi EMAS berukuran NANO (10 pangkat min 9 m), sehingga memudahkan proses penyerapan bagi kulit, mencerahkan kulit, aman, menyehatkan kulit, dan halal (“Susuk Emas Modern”).

 *Macam-macam NG yang mengandung emas:*

1.  Ada 8 jenis krem: pagi, malam (biasa/pinang), jerawat, mata panda, antinoda,  Moisturizing/pelembab wajah, dan krem pelembab bibir & kelopak mata dengan berat 5 g (Rp 30rb) atau 12,5 g (75rb)

2.     Hand body lotion whitening 100 ml (35rb)

3.     Serum  konsentrat masker 10 ml (30rb)

4.     Hair tonic / serum rambut 20 ml (50rb)

Produk pelengkap NG di bawah ini tidak mengandung emas:

5.     Ada 8 jenis Sabun wajah padat: susu madu, mengkudu, sere, aloevera, pepaya, bengkoang, susu beras, dan sabun sulfur @11rb

6.     Bedak Tabur 30 g (50rb)               

7.     Shampo Merang 100 ml (22rb)

8.     Sabun wajah cair 60 ml  (47rb)    

9.     Obat Jerawat (10rn)
Cara membeli berbagai produk NG adalah sebagai berikut:

1.    Pilih produk yang ingin dibeli (lihat info di atas/klik Macam-macamproduk Nano gold) dan tentukan jumlahnya
2.    Lalu sms/wa ke: 085731160005
dengan Format  sms : NAMA_ALAMAT LENGKAP_ PESAN
Contoh: Fatim_Dapuan baru II/41 Surabaya 60163_Pesan
10 Krem pagi  5 g
10 Krem malam 12,5 g
10 Moisturizing/pelembab 5 g
10 Hand body lotion whitening
10 Serum  konsentrat masker
10 Hair tonic / serum rambut
3.    Lalu kami hitungkan: harga produk – diskon (jika beli > Rp 300.000) + Ongkos kirim, dan kami smskan ulang uang yang seharusnya ditransferkan ke no pembeli
4.    Pembeli mentransfer sejumlah uang sesuai dengan perhitungan kami, ke BRI Syariah. an:  Samik No: 1006397472 
5. Setelah pembeli mentransfer, konfirmasi dan kirim foto bukti pengiriman ke no wa 085731160005, selanjutnya barang yang anda beli segera kami kirim via jne//pos.
Info lengkap klik di NANOGOLD / http://nanogoldcosmetic.blogspot.co.id/ 
Semoga hidup kita sehat berkah dan sukses mulia dunia akherat. Aamiin